Antara Klaten dengan Jember


Ada banyak hal dalam pikiran saya untuk mengungkapkan hubungan antara Klaten dengan Jember. Dua kota yang terpisah jarak cukup jauh. Tapi dua kota itulah yang menyatukan kisah kami dalam ikatan yang suci, sebuah ikatan perkawinan. Klaten mewakili diri saya dan Jember mewakili wanita yang menjadi istri saya sekarang. Terus terang sampai saat ini saya baru ke kota Jember sebanyak 3 kali. Periode yang boleh dibilang tidaklah cukup sering.

Saya mengenal Jember pertama kali pada tahun 2005. Saya menempatkan UNEJ (Universitas Negeri Jember) menjadi pilihan pertama saya (UNDIP baru kemudian UNS) pada pilihan UMPTN waktu itu. Kebetulan saya ambil jurusan PSPD untuk UNEJ, Teknik Kimia untuk UNDIP dan Ilmu Komunikasi untuk UNS. Bagi sebagian besar murid kelas 3 SMA waktu itu pilihan saya mungkin agak nyleneh. Lha wong di Jogja dan sekitarnya ada banyak kampus yang bagus kenapa pilih kampus yang biasa-biasa saja, jauh lagi. Namun anehnya ketika saya memutuskan memilih UNEJ sebagai pilihan pertama saya, tidak ada satupun yang protes termasuk kedua orang tua saya.

Alhamdulillah ketika pengumuman hasil UMPTN, pilihan pertama akhirnya dikabulkan. Perasaan senang dan kalutpun menjadi satu, entah mengapa. Saya dan bapak kemudian tidak berpikir panjang untuk menanggapi hasil pengumuman kelulusan saya. Hmmm…berat, tapi inilah sebuah konsekuensi sebuah keputusan. Ketika persiapan sudah dirasa cukup, maka kami segera melakukan daftar ulang ke UNEJ. Pada kesempatan kali ini kami naik bus ke Surabaya, baru lanjut ke Jember, sekitar 12 jam perjalanan. Satu hal yang terpikirkan ketika pertama kali ke Jember, jauuuuuh…..ternyata. Maka ketika pengumuman hasil kelulusan ujian wawancara STIS maka dalam hati aku mengucapkan selamat tinggal kepada Jember. Mungkin aku belum berjodoh dengannya. Dan sayapun juga mengucapkan selamat tinggal kepada STIS ketika STAN juga menerima saya.

Alhamdulillah ternyata cerita tentang Jember tidak berhenti di situ saja namun berlanjut ketika saya memutuskan akan menikahi seorang wanita dari Jember. Walaupun satu almamater (adek kelas tepatnya) tidak terpikirkan oleh saya untuk bercita-cita kembali ke kota itu untuk menikah dengannya. Enggak tau pastinya…tapi pada saat itu keyakinan itu timbul, yahh…saya akan menikah dengannya. Dan senyum kecilku mengisyaratkan kenangan pada waktu daftar ulang di UNEJ dan harus kembali ke kota itu lagi setelah 5 tahun lamanya. Tepatnya 26 Juni 2010 adalah tanggal dimana saya telah melamarnya. Perjalanan kali kedua ditempuh lebih lama karena dari Jakarta. Dimulai dari keberangkatan hari Jumat 25 Juni 2010, sekitar pukul 7 pagi sayapun berangkat dari Stasiun Jatinegara naik KA Kutojaya, tarif 28 ribu sampai Kutoarjo. Dari Kutoarjo sekitar pukul 18 perjalanan dilanjutkan dengan Prameks menuju Klaten, tarif 18 ribu. Sampai Klaten sekitar pukul 21 dan perjalanan dilanjutkan pukul 22 bersama Bapak dan Ibu naik bus via Surabaya dan sampai di Jember pukul 11. Setelah acara lamaran selesai, pukul 15 kamipun segera undur diri kembali Klaten. Hufft…akhirnya ini menjadi kenangan tersendiri buat saya, perjalanan terjauh dan terlama secara simultan.

Pertemuan ketiga dengan kota Jember terjadi pada 1 Oktober lalu ketika saya akan melangsungkan akad nikah pada 2 Oktober 2010. Perjalanan kali ini sedikit agak bonafit. Perjalan dimulai pada tanggal 29 September dengan menggunakan maskapai penerbangan termurah jurusan Jakarta-Yogjakarta, tarif promo sekitar 168 ribu. Perjalanan lanjut dengan menggunakan Prameks (Maguwo-Klaten), tarif 9 ribu. Tanggal 30 September saya harus memastikan semua persiapan telah selesai (diselingi main game Plants Vs Zombies yang terkenal itu). Maka pada 1 Oktober perjalanan jauh akan dimulai kembali. Saya memutuskan menggunakan KA Sri Tanjung, tarif 29 ribu. Sebenarnya ada beberapa opsi transportasi yakni KA Logawa, Bus, maupun pesawat tapi tiada salahnya saya mencoba Sri Tanjung (kebetulan satu kereta dengan rombongan keluarga besar mertua dari Yogjakarta). Ekonomi dan bebas tempat duduk, begitulah kira-kira…perjalanan yang tidak bisa dengan mudah anda lakukan ketika sudah berkeluarga.

Ternyata banyak cerita indah yang bisa kita ciptakan. Tapi tidak semua cerita indah berujung berkah. Semoga Alloh ridho dalam perjalanan hidup kami. Aamiin… Wallohu a’lam.

Advertisements

8 thoughts on “Antara Klaten dengan Jember

  1. cerita yg indah sekali ,mungkin jg hampir sama dg kisahqu, jember-klaten, betapa jauhnya, tp tidak ada hal yg tidak mgkn di dunia ni. Allah yg mempertemukanq dg sosok yg sangat spesial di klaten

  2. aku hlu wong klaten yo ntok bojo wong jember…pancen jodo ga ono sing iso ngiro…hehe, smpyn klatene ndi kang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s