Perjalanan si ketjil


Sejak ibu mertua pulang ke Jember, akhirnya kami harus membiasakan diri untuk mandiri lagi. Yak, si ketjil sudah masuk TPA di Artha Wildan di Lapangan Banteng. Berbekal si Supri, motor butut Supra X keluaran 2002 perjalanan tiap pagi dan sore melintasi padatnya jakarta sudah menjadi rutinitas kami bertiga. Akan tetapi ketika hujan sudah mendera ataupun ayah ibunya lembur, maka si Supri harus mengalah kepada bajaj dan taksi lapangan banteng.

Si ketjil tidaklah terlalu rewel di perjalanan, bahkan seringnya tidur lelap. Entah mengapa, dia lebih suka menikmati perjalanan dengan Supri dan Bajaj biru (bundanya tidak suka naik bajaj oranye). Terlelap dan khusuk menikmati hiruk pikuk jakarta, tanpa peduli dengan kemacetan di sekelilingnya. Sekali-kali melongokkan mata seraya ingin tahu, yak…dia terbangun ketika mendengar suara palang kereta ketika kami terhenti di Sentiong maupun di Percetakan Negara. Semoga kau menikmati masa perjuangan ayah bundamu nak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s