Bengawan Part 2


Bengawan, Wikipedia

Kisah perjalanan naik kereta kali ini tidak sesingkat perjalanan sebelumnya. Dimulai dari berangkat dari stasiun Pasar Senen Jumat malam (19 April) dan pulang Ahad Pagi (21 April). Pulang Naik Senja Utama Solo dan balik pakai Fajar Utama Yogja. Alhasil sayapun merelakan sejenak meninggalkan istri dan anak, terkait dengan alasan saya pulang, yakni memperpanjang SIM saya yang udah mau habis masa berlakunya bulan Mei depan.

Perjalanan pulang bisa dibilang cukup lancar. Berangkat pukul 21.15 WIB (dulu biasanya pukul 20.20 WIB klo ga salah) dan nyampe Klaten hampir pukul 6 pagi, relatif tepat waktu lah. Seumpama ada jadwal KA ekonomi ke solo pada jumat malam tentu lebih asik (murahnya) naik ekonomi, namun sayang, KA Bengawan sudah beralih waktu, akhirnya mengikhlaskan 175ribu deh. Continue reading

Advertisements

Bengawan Part 1


Pengantar

Bengawan, Wikipedia

Setelah lama vakum dalam mengisi blog ini, akhirnya sempat juga menuangkan sedikit uneg-uneg kembali. Tulisan kali ini saya namai Bengawan Part 1, bagian pertama dari serangkaian inspirasi tur singkat beberapa hari lalu. Senja Bengawan itulah namanya, sebuah kereta kelas ekonomi yang masih eksis setidaknya sampai sekarang. Kereta yang membawa saya pertama menginjakkan tanah Jakarta kira-kira 8 tahun lalu. Pertama kali pula saya mengenal kerasnya hidup di belantara Jakarta pertama kali. Walaupun sekarang relatif lebih nyaman seperti tidak ada premanisme, pedagang asongan (masih) sedikit, waktu sampai (relatif) tepat waktu dan toilet sudah berfungsi (walau airnya asin) namun keseriusan PT KAI dalam memanjakan konsumen masih kurang. Tanda dilarang merokok hanyalah sebuah tanda, seperti halnya penerapan dilarang merokok di ibukota kita tercinta. Continue reading

Emang sudah aki-aki…


Cerita tentang Supri pun berlanjut. Setelah selama 3 bulan ini mengalami pergantian Gear Box, Lampu Depan dan  Belakang, Kampas Depan dan Belakang, serta Busi, maka kali ini si aki-aki rewel juga. Lampu dan klakson mulai lemah, bahkan ketika mesin mati, lampu seinnya tidak menyala sama sekali. :Hufh..

Akhirnya iseng-iseng ingin lihat dalemannya si aki, dan Wow…ternyata air akinya dah mau abis. Karena takut terjadi sesuatu nantinya karena lampu sein yang lemah, maka segera lah meluncur ke bengkel terdekat nyari air aki (yang botol biru, aquades). Akhirnya dapat juga, dan langsung saya isi. Agak pesimis juga akan berhasil, karena pertama ga distroom dulu, kedua akinya dah tua, dan ketiga saya menemukannya dalam kondisi sangat sekarat (dah mau abis akinya). Dan eng ing ong…sama saja, tidak banyak perubahan. Continue reading

Pidgin

Aside


Untuk aplikasi chat di ubuntu, saya lebih suka dengan Pidgin walaupun sebenarnya ada Empathy sebagai aplikasi bawaannya. Namun terus terang saya mendambakan Gtalk dari google dapat rilis juga di ubuntu (pengen coba Digsby tapi juga belum rilis). Nah masalah muncul ketika anda menggunakan proxy, nah untuk itu perlu dirubah settingnya. Selamat mencoba. Continue reading

[LEBARAN] PART 4. UJI KULINER


Hari pertama liburan lebaran sudah dihadapkan pada uji kuliner khas boyolali, Soto Ndelik. Saya kurang tahu sejarahnya dinamakan demikian, “Ndelik” yang artinya sembunyi dalam bahasa jawa. Soto yang telah mempunyai cabang seantero Soloraya ini jadi pembicaraan yang tidak asing bagi saya. Nah kebetulan saja, kami pun diajak mampir berbuka di cabang Soto Ndelik yang ada di Jalan Pemuda Klaten. Secara tampilan biasa aja, terdapat touge dan daging sapi yang disiram dengan kuah soto. Dan saya pikir luar biasa ternyata,….biasa aja. Hehe. Continue reading